Senin, 24 September 2012

Idolaku

Ini dia idola sekaligus inspirasi untuk ku.

Chairil anwar, dilahirkan di Medan 26 Juli 1922, ia dibesarkan dalam keadaan ibu bapaknya bercerai. Kemudian setelah lulus SMA dia ikut ibunya ke Jakarta. Semasa kecilnya ia sangat dekat dengan neneknya sampai akhirnya neneknya meninggal. Ia melukiskan kesedihannya dengan membut puisi yang amat sedih :

Bukan kematian benar yang menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
Dan duka maha tuan bertahta

Setelah neneknya meninggal, ia ditinggalkan oleh orang yang paling ia cintai yaitu ibunya. tak berapa lama kemudian chairil menikah dengan wanita asal karawang, Hapsah namanya. Pernikahan itu tak berlangsung lama , mereka akhirnya bercerai pada saat anak mereka berusia 7 bulan. 

Umur chairil memang tidak panjang , hanya 27 tahun. namun karyanya kan terkenang hingga kini.
Berikut adalah puisi karangan chairil anwar

AKU

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu-sedan itu
Aku ini binatang jalan
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar